Rabu, 15 Februari 2012

KEJUJURAN

KEJUJURAN

1. Pengertian Umum

Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial manusia, seringkali kita mendengar bahkan kita sering berbicara mengenai kejujuran. Walupun ada juga yang sring berbicara mengenai kejujuran akan tetapi ketika ditanya pengertiannya tidak dapat menjawab mengenai arti kejujuran. Lalu pertanyaan selanjutnya yang kemudian muncul adalah, bagaimana kita akan bertindak jujur kalau kita tidak mengetahui arti dari sebuah kejujuran?

Banyak sekali pandangan mengenai pengertian kejujuran. Jujur diartikan sebagai ketulusan hati untuk tidak curang terhadap diri sendiri dan tidak curang terhadap oranglain. Kejujuran merupakan keselaranan antara kata hati dan kata yang diucapkan, antara kata yang diucapkan dan sikap serta perbuatan nyata. Sebagai orang Kristen kita dinasehati untuk selalu berbuat jujur, di tengah berbagai ketidakjujuran danketidakbenaran, kita harus tetap bersikap benar, jujur dan adil.

Orang yang jujur adalah orang yang dengan sadar, mau dan rela untuk mengakui segala sesuatu yang terjadi, sesuai dengan realita yang ada.

Kejujuran terletak dalam multi dimensi, artinya bahwa kejujuran tiodak terletak hanya dalam satu dimensi, tetapi ada dalam banyak sekali dimensi, bahkan mungkin semua dimensi kehidupan manusia.

Jujur, adalah sikap pribadi. Jujur diekspresikan dengan kata-kata atau sikap yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Tidak ditutupi atau bahkan tidak menipu.

Alasan orang harus jujur yaitu :

· kemungkinan terjadi kesalahpahaman

· kemungkinan menghindar secara emosional

· kemungkinan menyakiti perasaan orang lain yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan

· kemungkinan membuang-buang waktu dan energi mental dengan percuma

Setiap manusia pasti pernah dan terlibat dalam hal yang berkaitan dengan kejujuran. Entah merasa dibohongi atau mencoba untuk melakukan sebuah kejujuran. Mau atau tidak untuk berkata jujur itu merupakan suatu pilihan.

Hal-hal yang dihindari pada dasarnya menyangkut dua hal, yaitu rasa dan logika. Tiga poin diantaranya adalah persoalan rasa. Tiga dari Empat memiliki arti sebagian besar. Jadi, kejujuran memiliki kaitan sangat erat dengan perasaan.

Untuk berlaku jujur, itu tidak mudah. Ada rasa malu, takut, marah atau gengsi. Tapi, energi besar yang diperlukan untuk jujur .energi itu merupakan dorongan dari manusianya sendiri untuk secara sadar, sukarela dan adanya kemauan dari dalam diri untuk berlaku jujur. Dengan adanya pemahaman, pengertian, penghargaan, penghormatan, kasih sayang dan cinta, maka kejujuran itu akan terasa mudah untuk diungkapkan.

Sampai saat ini, kejujuran adalah sesuatu tindakan yang baik bagi manusia. Walaupun mungkin beberapa dari kita sudah tak mengakui pernyataan tersebut. Kejujuran dalam pandangan moral adalah keadaan dimana manusia tahu, sadar, rela dan mau untuk mengakui atau melakukan kejujuran sesuai dengan realita yang ada. Oleh karena itu, terjawab sudah kapan kita harus jujur. Jawabannya tentunya dalam segala setiap tindakan kita sebagai manusia(tindakan baik bagi manusia).

Untuk membiasakan sikap jujur, maka kejujuran itu perlu ditanamkan sejak dini. Anak yang sudah dibiasakan jujur sejak kecil, akan menjadikan sikap itu sebagai kebiasaan. Bagaimana kita bisa menbiasakan kejujuran sejak dini? Berikut beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendidik seorang anak untuk biasa bersikap jujur.

Menanamkan kesadaran untuk selalu hidup jujur dan menyadari akibat buruk kebohongan.

Orang tua yang memahami arti kejujuran dan akibat buruk kebohongan yang tertulis diatas sekalipun dulunya biasa berbohong dan selalu hidup dalam ketidakjujuran akan mempunyai tekad untuk hidup jujur dan membenci adanya kebohongan. Orang tua yang demikian tdak akan pernah kompromi dengan kebohongan yang ada disekitarnya termasuk anaknya sendiri. Sikap tidak kompromi dengan kebohongan tersebut akan membantu mengubahkan kebohongan pada anak.



Membiasakan sikap jujur sebagai budaya didalam kehidupan keluarga

Anak kecil pintar sekali meniru apa yang dilihat, dan kebohongan dari tingkah laku dan perkataan yang dilakukan orang tua juga akan menanamkan kebohongan dalam mental anak kecil tersebut. Apapun itu bentuk kebohongannya sekalipun dalam hal kecil,itu semua terekam dalam memori sang anak.

Janji yang yang tidak ditepati juga menjadi penyebab yang gampang direkam. Jangan pernah menjanjikan sesuatu yang pastinya tidask ditepati. Jika janji tersebut tidak jadi karena faktor lain,katakan maaf dan kasih pengertian kepada si kecil. Jangan juga menceritakan sesuatu yang mengandung kebohongan karena ketika nantinya sang anak melihat kenyataannya dia akan merekamnya. Jangan gengsi meminta maaf jika ada kesalahan kita dimata anak kita. Sikap gentle kita ini akan direkam menjadi suatu kebaikan nantinya bagi dia.

Kesadaran jujur tidak akan dihukum.

Memberi pengertian dan gambaran kepada si kecil tentang kejujuran dan keburukan dari kebohongan. Ajarkan juga si kecil untuk tidak takut mengaku kalau berbuat salah. Kasih pengertian jika dia berbuat salah dan mengaku tidak akan dihukum. Jangan selalu memberikan ancaman untuk suatu kesalahan karena itu menjadi suatu momok yang menakutkan bagi sang anak ketika dia berbuat suatu kesalahan.

Komunikasi Yang Baik Dengan Sang Anak

Orang tua harus sering berkomunikasi dengan baik dan terbuka kepada sang anak. Keterbukaan dimulai dari orang tua bisa menceritakan apa yang dia lakukan ketika dia pergi/ kerja meninggalkan sang anak. Hal ini akan membuat sang anak juga akan menceritakan apa yang terjadi pada dirinya selama dia tidak bersama dengan kita. Tunjukkan sikap yang menyimak dengan baik apa yang diceritakannya, jangan anggap remeh setiap ceritanya. Dan juga berikan apresiasi atas cerita dan kejujuran sang anak tersebut.

Jangan lupa memberikan apresiasi yang baik dari orang tua atas kejujuran sang anak dibanding hukuman atas kesalahan yang dibuat.

2. Ketidakjujuran

Selain kita melihat mengenai kejujuran, kita akan mencoba untuk melihat mengenai ketidakjujuran, khususnya dalam konteks ketidakjujuran di masyarakat, yang saat ini ketidakjujuran sepertinya telah menjadi bagian dalam hidup kita. Mari kita lihat bersama dimana ketidakjujuran telah merasuk dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

· Bidang politik

Seringkali kita melihat siaran berita di televisi, dimana banyak penguasa berbuat curang, melakukan tindak korupsi, dll. Hal itu mereka lakukan untuk kepentingan diri dan golongannya sendiri. Mereka dapat memanipulasi undang-undang dan peraturan atau menggunakan agama untuk kepentingan politik.

· Bidang ekonomi

Penguasa dan pengusaha melakukan tren kredit macet, menggelapkan uang Negara, menyusun proyek fiktif, membuat kebijakan demi kepentingan misalnya perusahaannya atau perusahaan keluarganya. Sedangkan rakyat sendiri malah banyak yang ikut-ikutan untuk menyuap, menipu, dan lain-lainnya.

· Bidang sosial budaya

Demi alasan kepentingan bersama banyak penguasa dan golongan tertentu melakukan penipuan, mendikreditkan budaya daerah lain, mengisolir budaya daerah tertentu, hanya untuk kepentingan tertentu

· Bidang pendidikan

Penguasa merekayasa pendidikan, termasuk undang-undangnya, demi proyek kelompok tertentu. Sedangkan rakyat malah mengambil sikap yang formalistik dan munafik dalam hal ini.

Alasan dan Akibat Ketidakjujuran

a.) Alasan

· Alasan ketidakjujuran dalam bidang politik tentau saja keserakahan pada kekuasaan. Orang terdorong untuk selalu menambah dan mempertahankan kekuasaannya apapun teruhannya, dengan cara menghalalkan segala cara. Rakyat melakukan ketidakjujuran demi rasa aman.

· Alasan ketidakjujuran di bidang ekonomi adalah keserakahan pada harta, khususnya pada uang. Uang menjadi dewa baru bagi manusia zaman ini, yang sudah hanyut dalam budaya konsumerisme dan hedonisme. Bahkan dengan uang orang dapat membeli kejujuran. Rakyat kecil terpaksa melakukan ketidak jujuran untuk mempertahankan hidup.

· Alasan ketidakjujuran di bidang budaya seperti harmoni palsu. Orang bersopan santun secara formal dan munafik demi harmoni palsu.

b.) Akibat

1.) Bagi para pelaku:

· hidup berkelimpahan tapi belum tentu bahagia

· hati nurani tidak berfungsi

· kemerosotan moral

· penderitaan batin

2.) Bagi masyarakat luas:

Ketidakjujuran merupakan salah satu akar berbagai krisis multi dimensi yang dialami Negara kita. Karena ketidakjujuran (dan ketidakadilan), kita mengalami krisis di bidang politik / hokum, ekonomi, linkungan hidup, budaya dsb.

3. Memperjuangkan kejujuran

Kejujuran bisa menjadi modal baik untuk perkembangan dan pengembangan pribadi maupun kelompok. Orang yang jujur sanggup menerima kenyataan pada dirinya, pada orang lain, ataupun pada kelompok. Kejujuran menimbulkan kepercayaan, yang menjadi landasan dari pergaulan dan hidup bersama. Tanpa kejujuran orang tidak dapat bergaul dan hidup secara wajar. Kejujuran mampu memecahkan banyak persoalan, baik pribadi, kelompok, masyarakat dan negara. Kalau kita berpolitik secara jujur, membangun hidup ekonomi secara jujur, berbudaya jujur, maka krisis multi dimensi dapat teratasi.

Banyak sikap serta cara yang dapat diambil sebagai langkah untuk memperjuangkan kejujuran. Berikut kami coba berikan cara serta sikap untuk itu, walaupun kami percaya masih banyak sebenarnya cara untuk hal itu, tergantung pribadi serta masyarakat itu sendiri.

Menjadikan kejujuran sebagai gerakan moral, artinya kejujuran adalah suatu sikap yang tidak bisa diselelsaikan dalam waktu yang singkat, maka diperlukan suatu proses yang dinamis, gampang menyesuaikan diri, teruka merangkul siapa saja, seperti gerakan Kerajaan Allah yang dipelopori Yesus sendiri. Gerakan moral ini bukan gerakan khusus Gereja Katolik.

Gerakan moral jangan sekedar menjadi gerakan rohani, walaupun hal – hal rohaniah juga sangat dibutuhkan. Gerakan ini harus bermuara pada aksi untuk pembaran dan pembangunan masyarakat yang sejahtera dan adil. Gerakan moral hendaknya mulai bertumbuh dan menguat dalam basis-basis umat seperti yang digagas oleh mendiang Y.B. Mangunwijaya. Hendaknya mulai bertumbuh dari akar rumput, semakin lama semakin menyebar dan meluas. Gerakan moral harus dimulai dari dalam diri sendiri. Jangan menunggu. Kita sendiri harus mulai dengan pola hidup alternatif yang mempunyai daya pikat, dalam hal ini hidup jujur apapun tantangannya.

Pendekatan yang dipakai hendaklah pendekatan proses yang komunikatif, metode informasi, instruksi dan pengarahan tidak cukup efektif untuk menghasilkan suatu gerakan. Suatu gerakan haya bisa terjadi kalau orang menyadari bahwa ada situasi yang memprihatinkan.

Gerakan moral harus dimulai dari dalam diri sendiri. Kita sendiri harus mulai dengan pola hidup alternatif yang mempunyai daya pikat, dalam hal ini hidup jujur apapun tantangannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar